Jumat, 29 Maret 2013

Ka'dang Diary #3

Dear Diary,
Satu kata untuk hari ini
"capek"


Kau dan tinta biruku

Masih ingat kau?
Dengan pulpen biruku?
Iya, waktu itu kau marah
Marah padaku, Pulpen biruku tahu itu

Kau mungkin tidak tahu
Karena kau tidak peduli dengan pulpen biruku
Pulpen ku pun tak peduli denganmu
dia hanya pihak ketiga yang menyaksikan betapa marahnya dirimu

Kata yang kau lontarkan pun membuatnya menggeleng
Tetapi kenapa marahmu membuat pulpenku melotot kepadaku
apakah marahmu lahir karena salahku?
pulpen biruku mengiyakannya
apa kau sependapat dengannya?

Kalau sedemikian rupanya
Aku tuliskan maaf dengan tinta biruku
Karena dialah yang membuatku sadar
Betapa birunya usiaku dalam memahamimu

Jumat, 22 Maret 2013

Ka'dang Diary #2

ka'dang : siapa yang lebih waras sekarang?
Dear Diary,
Koran hari ini bisa bikin galau tak berujung. Tapi setidaknya saya mengisi waktuku dengan kegiatan yang produktif. Saya senang membaca. Membaca koran, membaca coretan dinding mahasiswa. Tapi saya tidak suka membaca pikiran mahasiswa. Susah. Kadang Idealis. Tapi tak jarang munafik dengan ke idealisannya.

Saya juga suka menulis. Berikut tulisan saya yang saya tuliskan di papan tulis disalah satu himpuanan mahasiswa di sospol. Semoga mereka menikmatinya.

"Saya tidak Pernah baku istri Tien"

Mereka tertawa. Meraeka hanya tertawa. Hanya tertawa. Mereka tidak mengerti. Mereka memang sudah terbiasa tidak mengerti. Mereka menganggapnya hanya coretan hitam yang lucu. Tanpa mau berepot-repot berpikir, akan apa maksud dari "maha karya" ku ini.

Hari ini sulit dimengerti.