Tampilkan postingan dengan label Ka'dang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ka'dang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 April 2013

Kadang Diary #4



Dear Diary,
Hari ini aku ingin berbagi senyum kepada semuanya. Senyum adalah sebagian dari  iman. Dan kata ust. maulana, ibadah paling ringan itu senyum. Mungkin bagi mereka senyumku adalah momen langka baginya. Tapi, sesungguhnya mahalnya senyumku untuk mengimbangi mahalnya senyum mereka. Karena aku adalah orang lebih waras dari mereka. Tunggu dulu...... tidak aku salah. Aku gila. iya aku ini terliwat gila kalau sampai senyumku kunilai suatu hal yang mahal. Hanya orang gila yang memiliki senyum yang mahal. ahhh..... aku ternyata gila. paling tidak, aku bersama dengan mereka. didalam lingkaran orang gila yang menganggap senyum itu mahal.

Smile bro...!!!!!

Jumat, 22 Maret 2013

Ka'dang Diary #2

ka'dang : siapa yang lebih waras sekarang?
Dear Diary,
Koran hari ini bisa bikin galau tak berujung. Tapi setidaknya saya mengisi waktuku dengan kegiatan yang produktif. Saya senang membaca. Membaca koran, membaca coretan dinding mahasiswa. Tapi saya tidak suka membaca pikiran mahasiswa. Susah. Kadang Idealis. Tapi tak jarang munafik dengan ke idealisannya.

Saya juga suka menulis. Berikut tulisan saya yang saya tuliskan di papan tulis disalah satu himpuanan mahasiswa di sospol. Semoga mereka menikmatinya.

"Saya tidak Pernah baku istri Tien"

Mereka tertawa. Meraeka hanya tertawa. Hanya tertawa. Mereka tidak mengerti. Mereka memang sudah terbiasa tidak mengerti. Mereka menganggapnya hanya coretan hitam yang lucu. Tanpa mau berepot-repot berpikir, akan apa maksud dari "maha karya" ku ini.

Hari ini sulit dimengerti.

Minggu, 17 Maret 2013

Ka'dang Diary #1

Dear diary,
Hari ini aku senang banget, bisa dapat rokok dan makan gratis. Tak peduli apa yang mereka bilang. Walau kuatahu mereka sedang menertawakanku. Mengatakankan aku gilalah atau kalo aku ini intelejen yang dikirim BIN lah. Aku tak pusing. yang penting hari ini, aku masih bisa melihat matahari. Bisa melihat indahnya bulan dan teduhnya malah.

tapi sebenarnya aku lelah. Aku tak tahu lagi tujuanku. Akupun berjalan seperti mengejar bayanganku sendiri. Aku bingung. Dan yang paling aku sesalkan, aku sendiri. Aku sendiri di dalam kerumunan orang yang merasa sadar. Kerumunan yang sok waras. padahal menurutku mereka  itu lebih gila dan tidak waras dibanding diriku. 

KAdang mereka berteriak tanpa peduli apa itu norma kesopanan. kadang pula terdiam menatap hanponenya tanpa peduli apa yang terjadi disekelilingnya. mereka lebih tidak waras. mereka juga sering menertawai diriku. apa yang lucu? aku tidak menemukan apa yang lucu didiriku. apakah mereka menertawai penampilaku? kalau itu yang mereka tertawai, mereka itu bodoh! apa yang salah dipenampilanku? melanggar aturan agama? tidak kan. mereka saja yang melanggar agama. kadang tanpa malu membuka auratnya didepan perempuan. padahal kurus kerempeng. adapula yang memang kekar tapi apa yang perlu dibanggakan dengan badan kekar seperti itu. hanya h*mo yang bangga dengan badannya yang kekar.

dear diary,
dunia ini mulai panas. panas akan suhu kebodohan dan mulai ter-degradasi oleh ideologi. Mereka tidak lagi menjadi manusia yang memanusiakan. mereka saling menggigit dan saling menjilat. aku jijik melihatnya.
sampai disini dulu ceritaku, semoga besok ada cerita baru untukmu....
foto ini diambil oleh teman dari orang yang berbaju ungu