Tampilkan postingan dengan label Seputar Unhas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Unhas. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Januari 2015

Ternyata Unhas Lebih Baik, Versi BAN-PT

Berikut hasil dari penilaian Universitas atau perguruan tinggi Terbaik di Indonesia Versi BAN PT (Nilai | Tanggal Daluwarsa):

1. Universitas Gadjah Mada | 378 | 21-02-2018
2. Institut Pertanian Bogor | 375 | 21-02-2018
3. Universitas Sebelas Maret | 372 | 16-01-2019
4. Universitas Airlangga | 371 | 16-01-2019
5. Institut Teknologi Bandung | 370 | 21-02-2018
6. Institut Teknologi Sepuluh Nopember | 368 | 16-01-2019
7. Universitas Hasanuddin | 368 | 21-02-2018
8. Universitas Indonesia | 367 | 21-02-2018
9. Universitas Padjadjaran | 366 | 16-01-2019
10. Universitas Andalas | 365 | 16-01-2019
11. Universitas Gunadarma | 365 | 16-01-2019
12. Universitas Islam Indonesia | 365 | 21-02-2018
13. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang | 364 | 16-01-2019
14. Universitas Muhammadiyah Malang | 364 | 21-02-2018
15. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta | 364 | 21-02-2018
16. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta | 363 | 24-05-2018
17. Universitas Kristen Petra | 363 | 16-01-2019
18. Universitas Diponegoro | 361 | 24-05-2018

http://blognyapakarilmu.blogspot.com/2014/08/daftar-universitas-terbaik-di-indonesia.html
 
Universitas Hasanuddin Berada di Peringkat ke 7 diatas Universitas Indonesia yang berada di peringkat ke 8 versi BAN-PT. Cukup Bangga, tapi hal ini bukan apa-apa dibandingkan Kesadaran Institutsi agar tidak sekedar mengejar Peringkat.

Jumat, 05 April 2013

Special Post For My Family at Sebatik

Tidak tahu harus mulai dari mana.

kita mulai dari kata "kenal"
Saya yakin kalian tidak mengenal "saya", mungkin yang kalian tahu seorang "saya" adalah tulang yang dibunggus dengan seonggok, sesungguhnya banyak onggok daging.  Yang misterius plus menjengkelkan. salah? semoga saja. Akan tetapi, sadar atau tidak sadar, itu karena sayapun tidak begitu mengenal kalian.

Kalau begitu, buat apa "saya" membuat tulisan ini.
Jawabannya karena saya mengenal kalian lebih dari saya mengenal kalian saat kita belum bertemu. 
Namun mungkin perlu saya jelaskan bahwa menurut erving goffman, manusia dalam proses interaksi, layaknya sedang memainkan peran. yaitu peran yang diinginkan oleh dirinya dan lingkungannya. jadi saat bertatap (front stage) kita adalah aktor dari diri ita sendiri. Dan saat tidak bertatap (back stage) kita melepaskan peran kita. Tapi, sudahlah, persetan dengan semua itu. Kadang penjelasan itu pun ku keluargan agar "saya" terlihat pintar dimata orang yang ada didepanku. Iya, karena saya sedang menjalani peran.

Tapi, jika memang benar kita adalah seorang aktor. Saya yakin kita sedang mememeran kan film yang tidak akan mendapatkan piala oscar. 
Kenapa? 
Karena yang mengerti cerita kita hanyalah kita sendiri.

Lagi-lagi saya ingin menjelaskan, bahwa tulisan ini hanya sekedar nostalgila. Maksudnya nostalgia tapi gila.

Mari kita mulai dari setiap sudut posko.


Dapur
Jangan bertanya, mengapa saya awali dari dapur!
Dari sini energi posko V diproduksi. Ini adalah bagian rumah yang sangat penting. Jika tempat ini tidak dikunjung satu hari saja. Hancurlah kita. Tempat ini memiliki penunggu. Yaitu makhluk halus yang sangat halus. Dia adalah umi. hi...hi...hi...hi...*ketawa ala kuntil. dan yang ketawa adalah rezky.

Kedua personel ini adalah pasangan duet maut dalam menyiksa hidangan. Ikan, Cumi, Ayam (pernahkah?) tewas dipanggang oleh mereka dengan cara di siram di dalam minyak panas. Dan di sulap Menjadi asupan gizi bagi personel. satu kata, Ajib !!!
Meja Makan
Tempat faforitku,
Rencana diet selama KKN, Hancur lebur di tempat ini. Ini semua salah penghuni dapur. Disinilah pusat asupan gizi posko, setelah di olah di dapur. Ada nasi goreng, ikan goreng, cumi tumis, ahhh cukup! bikin lapar saja. tapi katanya reza, tri, dan personel yang alergi sea food. Itu makanan burung. wahahahahha tidak bagi saya. sikaaaat....!!!
Teras Belakang
Ini tempat faforit all family. Disini adalah area pelam-piasan. Rasa rindu, konflik antar family, lelah, dan semuanya yang berhubungan dengan pelampisan. Rindu menjemput malam di tempat ini. Bulannya mantap. ditambah temaram lampu tawawawawaw. Membuat lupa dengan program kerja. awas jemuran jatuh. air surut, celana dalam selamat tinggal.

Masih teras belakang
pernah saya ketiduran disini. dampati dijemput matahari. disini juga jemuran bertumpuk. Mulai dari Baju ijo menyala, sang Almamater merah, baju kaos, jeans, kemeja, celana d*lam dan itu yang disam-pingnya daster merah. apa itu?


Ruang Rapat
Ruang tamu ini disulap menjadi ruang rapat dengan konsep tudang sipulung. Inilah dapur kreatifitas posko lima. Dari merancang program kerja sampai membuat properti atau kelengkapannya. liha saja mejanya berantakan seperti apa. Sofa motif bunga. Tempat faforit ku bertengger. Sambil menikmati gulungan tembako dari bang kemming yang katanya bang amin rumput kering. Tapi, nabilang Herman mantapji tawwa. Disini juga tempat meeting harian yang kacau jadwalnya. Disini juga ada female menangis karena di protes masakannya. wahahahaha mauku ketawa waktu itu..

Area ruang rapat ji juga
mungkin tepatnya pusat posko. Kalo sofa coklat, tempat faforitnya devi cantik bertengger. Sambil memasang muka bengkoknya. Mau setelah mandi panjang ataupun sebelum mandi tetap bengkok. tapi manis ki tawwa. Devi, nama yang indah. (padahal malla'ja nanti maraki). Selain devi ada juga Dhyanty Hasyim Hardianti dan bang amar plus nanda yang eksis Online. Dari hotspot (weits jangan salah, online 24 jam) sekitar posko dengan modal 35 ribu.
Teras Depan
Disini beralngsung pembuatan papan nama masjid Al-Falah yang laaaamaaaaaa. Tempat ini menjadi pemandangan pertama setelah naik tangga. Sekaligus menjadi menara pengawas. Siapa yang datang, adaji kah pak lurah dirumahnya. Atau sekedar mengintip bang kemming yang lagi nongkrong.
Panrung-panrung
Ini tempat nongkrong dikala sore. Sambil ngobrol sama pak desa, Ayahanda Irwansyah. ih, siapa motor merah itu? ow bang kemming. Ini juga area bang kemming. Kadang juga menjadi tempat rapat dadakan perangkat desa.









Meja Make Up Female
Ini lah alasan kenapa female lama sekali kalo mau pergi-pergi. Karena nonton sinetron ki di kaca. ck..ck...ck...ck...
Area Terlarang
Area terlarang bagi laki-laki. Saya tau sekarang kenapa jadi area terlarang bagi laki-laki. bukan karena masalah kamar ceweknya. tapi rantasanya. laaaaaaaaaaaaa....... Devi bangun mi naak......
Wuih munculmi matahari. Cukup sampai disini dulu saya memprovokasi matamu untuk menumpahkan asinnya air matamu. Lain kali saya lanjut lagi dengan bahasan lainnya.
Bersambung....



Rabu, 03 April 2013

Kadang Diary #4



Dear Diary,
Hari ini aku ingin berbagi senyum kepada semuanya. Senyum adalah sebagian dari  iman. Dan kata ust. maulana, ibadah paling ringan itu senyum. Mungkin bagi mereka senyumku adalah momen langka baginya. Tapi, sesungguhnya mahalnya senyumku untuk mengimbangi mahalnya senyum mereka. Karena aku adalah orang lebih waras dari mereka. Tunggu dulu...... tidak aku salah. Aku gila. iya aku ini terliwat gila kalau sampai senyumku kunilai suatu hal yang mahal. Hanya orang gila yang memiliki senyum yang mahal. ahhh..... aku ternyata gila. paling tidak, aku bersama dengan mereka. didalam lingkaran orang gila yang menganggap senyum itu mahal.

Smile bro...!!!!!

Jumat, 22 Maret 2013

Ka'dang Diary #2

ka'dang : siapa yang lebih waras sekarang?
Dear Diary,
Koran hari ini bisa bikin galau tak berujung. Tapi setidaknya saya mengisi waktuku dengan kegiatan yang produktif. Saya senang membaca. Membaca koran, membaca coretan dinding mahasiswa. Tapi saya tidak suka membaca pikiran mahasiswa. Susah. Kadang Idealis. Tapi tak jarang munafik dengan ke idealisannya.

Saya juga suka menulis. Berikut tulisan saya yang saya tuliskan di papan tulis disalah satu himpuanan mahasiswa di sospol. Semoga mereka menikmatinya.

"Saya tidak Pernah baku istri Tien"

Mereka tertawa. Meraeka hanya tertawa. Hanya tertawa. Mereka tidak mengerti. Mereka memang sudah terbiasa tidak mengerti. Mereka menganggapnya hanya coretan hitam yang lucu. Tanpa mau berepot-repot berpikir, akan apa maksud dari "maha karya" ku ini.

Hari ini sulit dimengerti.

Minggu, 17 Maret 2013

Ka'dang Diary #1

Dear diary,
Hari ini aku senang banget, bisa dapat rokok dan makan gratis. Tak peduli apa yang mereka bilang. Walau kuatahu mereka sedang menertawakanku. Mengatakankan aku gilalah atau kalo aku ini intelejen yang dikirim BIN lah. Aku tak pusing. yang penting hari ini, aku masih bisa melihat matahari. Bisa melihat indahnya bulan dan teduhnya malah.

tapi sebenarnya aku lelah. Aku tak tahu lagi tujuanku. Akupun berjalan seperti mengejar bayanganku sendiri. Aku bingung. Dan yang paling aku sesalkan, aku sendiri. Aku sendiri di dalam kerumunan orang yang merasa sadar. Kerumunan yang sok waras. padahal menurutku mereka  itu lebih gila dan tidak waras dibanding diriku. 

KAdang mereka berteriak tanpa peduli apa itu norma kesopanan. kadang pula terdiam menatap hanponenya tanpa peduli apa yang terjadi disekelilingnya. mereka lebih tidak waras. mereka juga sering menertawai diriku. apa yang lucu? aku tidak menemukan apa yang lucu didiriku. apakah mereka menertawai penampilaku? kalau itu yang mereka tertawai, mereka itu bodoh! apa yang salah dipenampilanku? melanggar aturan agama? tidak kan. mereka saja yang melanggar agama. kadang tanpa malu membuka auratnya didepan perempuan. padahal kurus kerempeng. adapula yang memang kekar tapi apa yang perlu dibanggakan dengan badan kekar seperti itu. hanya h*mo yang bangga dengan badannya yang kekar.

dear diary,
dunia ini mulai panas. panas akan suhu kebodohan dan mulai ter-degradasi oleh ideologi. Mereka tidak lagi menjadi manusia yang memanusiakan. mereka saling menggigit dan saling menjilat. aku jijik melihatnya.
sampai disini dulu ceritaku, semoga besok ada cerita baru untukmu....
foto ini diambil oleh teman dari orang yang berbaju ungu

Minggu, 04 November 2012

Kampusku sayang, kampusku malang

sumber foto: ogiecellalolo.blogspot.com  

Universitas Hasanuddin panjimu kita bawa serta
Pancangkan dimedan bakti namamu kita bawa bersama

Betapa puitis dan menggeloranya setiap bait-bait dalam alunan mars Universitas Hasanuddin. Lagu ini seakan mampu menggetarkan sepulau Sulawesi. Mungkin saya terlalu berlebihan. Akan tetapi, ini bukan sekadar muluk-muluk belaka. Inilah yang saya rasakan saat perdana mendengar lagu kebesaran Almamater merah ini.  Dibawakan oleh Paduan Suara Mahasiswa (PSM) Universitas Hasanuddin menjadikan lagu ini memiliki jiwa yang merasuk dalam raga. 

Begitu hebatnya kampus ini. Itulah kesan pertama saat tahun-tahun pertama menggantungkan angan-angan di kalmpus ini. Kampus terbesar di Indonesia Timur, Kampus terfaforit di Indonesia timur, dan kampus ter-ter lainnya. Orang tua siapa yang tidak bangga anaknya kuliah di Unhas. iya unhas, begitulah akronim dari Universitas Hasanuddin. Itu pula yang sering tertempel di badan motor, laptop ataupun pintu kos-kosan mahasiswa Almamater merah ini.

Tak menyangka perasaan ini tidaklah panjang umur. Dibalik selimut emas, ternyata unhas tidak begitu menjanjikan. Mungkin anda akan sedikit heran dengan kalimat saya sebelumnya. Ia, menurut saya Universitas Hasanuddin tidak begitu dapat memberikan jaminan akan Tri Dharma perguruan tinggi.

Sebelum saya mengulas tulisan ini, terlebih dulu saya mengklarifikasi maksud dari tulisan ini. Saya tidak sedang menjelek-jelekkan almamater saya. Saya Cinta akan Almamater saya. Maka dari itu saya berharap tulisan ini dapat menjadikan Almamater saya dapat menganggakt panji Almamater ini. 

Mungkin ada yang sepakat, ada yang ragu-ragu dan ada pula yang tidak sepakat. Jika saya mengatakan bahwa kampus ini dikelolah oleh orang-orang yang pragmatis. Mungkin tidak semuanya. Namun Pragmatisme di kampus ini telah banyak merugikan Almamater. Silahkan anda coba membuka kasus-kasus yang sarat akan sifat pragmatis. Yang jelas hal ini sangat jau dari wibawa sebuah universitas yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebijksanaan (kebijakan yang sebenarnya).

Satu kasus yang akan saya angkat dibawah ini merupakan satu dari Beberapa  kasus yang saya alami sendiri. Mungkin akan terjadi bias dalam memaparkannya. Mengingat saya hanyalah seorang penulis amatir. Akan tetapi saya akan mencoba memaparkan pada anda sang pembaca untuk berbagi pengalaman.

Jelas tertulis dalam Keputusan Rektor Universitas Hasanuddin mengenai sarana dan prasarana kampus di Buku Pedoman mahasiswa Universitas Hasanuddin. Kurang lebih isinya bahwa mahasiswa Universitas Hasanuddin Berhak menggunakan sarana dan prasarana yang diesdiakan sesuai dengan kegunaannya. Namun hal ini bertolak belakang dengan pengalaman yang saya dan hampir bisa saya pastikan juga dirasakan para lembaga-lembaga kemahasiswaan. Sudah beberapa kali saya menjadi bahagian dalam kegiatan akademis seperti Seminar, Kuliah tamu, dan kegiatan lainnya. Namun saat akan menggunakan fasilitas yang ada, ternyata tidak sesuai dengan apa yang ada dalam buku pedoman mahasiswa. Kegiatan-kegiatan Akademik yang juga merupakan bakti kami pada kampus harus dihambat dengan masalah sewa gedung yang juga milik kami. Sangat lucu dan dapat dijadikan daftar anekdot dikampus ini. Anak Unhas ingin memakai gedung di kampusnya sendiri harus menyewa. Dan tidak main-main, sewa gedung di Unhas cukup membuat lembaga mahasiswa menjerit, Mulai dari Rp 450.000 hingga Rp1.200.000. Alasan dari semuanya tidak lain untuk biaya perawatan gedung dan kebersihan.

Semoga Para Birokrat kampus dapat mengelolah Kampus tercinta ini dengan lebih bijaksana. Sehingga tidak menghalangi mahasiswanya dalam  memancangkan nama Unhas di medan bakti. Kampusku Sayang, kampusku malang.